MEDAN⸻ Suasana di Pendopo FBS Universitas Negeri Medan (UNIMED) berubah riuh dan penuh semangat pada Selasa, (2/6/2026) pukul 11.00 WIB. Tidak ada aksi unjuk rasa atau antri sembako gratis, melainkan karena digelarnya sebuah perhelatan bertajuk “Campus Musical Show: The Final Vocal Showcase”. Perhelatan ini merupakan ujian akhir dari mata kuliah Vokal Lanjutan, bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Musik stambuk 2024 yang berfokus di mayor vokal.
Walaupun tujuannya untuk memenuhi penilaian ujian akhir, antusiasme para mahasiswa lain memadati area pendopo untuk menyaksikan penampilan peserta.

FBS, UNIMED/ZAI ALPRIS WULANDARI
“Perasaannya itu senang, dapat pembelajaran banyak terus juga menambah pengalaman. Tapi ya ada perasaan deg-degan kalau ujian apalagi ditonton sama dosen penguji dan orang-orang sekitar kampus” ungkap salah satu peserta ujian.
Tantangan yang dihadapi para peserta ujian tidak main-main. Mereka diharuskan menguasai keempat kategori musik yang berbeda, yakni pop, dangdut, kerocong, klasik. Pemilihan judul lagu ditentuakan langsung oleh dosen penguji. Namun, urutan tampil dan pembagian genre per hari ditentukan secara acak melalui sistem cabut nomor.
“Kalau pop itu kita menyesuaikan sama lagunya, misalnya kayak lagunya ceria, ya, kita pakai warna-warna cerah kayak pink, biru, merah. Kalau lagu-lagu galau pakai warna-warna yang gelap. Nah, kalau keroncong biasa pakai kebaya, seperti Kebaya Kartini, rok batik, pakai selendang dan rambut yang disanggul atau digulung. Untuk dangdut juga menyesuaikan seperti lagu yang ditentukan, sedangkan klasik kami diharuskan memakai gaun sampai mata kaki dan memakai heels.” tutur Riris, salah satu peserta ujian.
Melalui sistem undian ini, sukses membuat jantung para peserta berdegup lebih kencang sedari awal. Riris mendapatkan nomor urut 20 dan menceritakan bagaimana rangkaian acara tersebut digelar. Fokus utama dari acara ini tidak hanya terletak pada kualitas vokal para mahasiswa, akan tetapi dosen penguji dan para penonton disuguhkan pada totalitas penampilan visual juga transisi estetika yang sangat kontras dari mereka.

