MEDAN – Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda daerah Medan Kro-Semayam pada Kamis hingga Jumat malam, mengakibatkan kerusakan parah pada ratusan rumah warga dan infrastruktur publik. Sekitar 450 atap rumah dilaporkan terbang, sementara beberapa tiang listrik tumbang dan pohon-pohon besar roboh menghalangi jalan.
Bencana ini berupa puting beliung atau angin kencang yang mengakibatkan kerusakan material yang besar. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mencatat 450 rumah mengalami kerusakan atap. Selain itu, jaringan listrik putus di beberapa lokasi akibat tiang yang tumbang, dan puluhan pohon besar tumbang menimpa kendaraan dan bangunan di sekitar.
Peristiwa ini terjadi di daerah pemukiman padat yang terletak antara Kelurahan Medan Krio dan Kecamatan Medan Semayam. Titik paling parah dilaporkan berada di Jalan Tengku Amir Hamzah dan rute lingkar sekitar Semayam, di mana kecepatan angin mencapai level yang sangat tinggi saat badai melanda.
Kejadian ini berlangsung pada malam Kamis dan Jumat, 4 -5 Juni 2026. Hujan mulai turun deras sejak sore, namun kecepatan angin meningkat drastis menjelang waktu Isya, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Ratusan kepala keluarga di daerah tersebut menjadi korban utama dari bencana ini. Penduduk setempat, termasuk Bapak Surya (45), salah satu yang terkena dampak di Medan Krio, menceritakan bahwa atap rumahnya terbang terbawa angin. “Suara angin itu sangat menakutkan, tiba-tiba atap sudah tidak ada lagi,” tuturnya. Tim gabungan dari BPBD, PLN, Dinas Pekerjaan Umum, serta TNI/Polri hadir di lokasi untuk menangani dampak bencana ini.
BMKG Stasiun Meteorologi Kuala Namu menjelaskan bahwa peristiwa inidisebabkan oleh pertemuan antara massa udara dingin dan panas yang tidak stabil, yang mengarah pada terbentuknya awan Cumulonimbus yang menimbulkan angin kencang (puting beliung). Selain itu, mengurangi pemangkasan pohon di area penghidupan penghidupan dampak dari tumbangnya pohon yang mengenai jaringan listrik dan rumah penduduk.
Angin yang sangat kencang mulai berhembus dengan kecepatan yang diperkirakan mencapai 80-100 km/jam. Dalam waktu singkat, atap asbes dan seng rumah warga mulai terlepas. Pohon-pohon besar tumbang, menghalangi akses jalan utama dan memutus aliran listrik di tiga kecamatan.
Pasca kejadian, tim membantu bekerja sepanjang malam untuk membersihkan puing dan membangun tenda darurat bagi warga yang rumahnya rusak parah. PLN telah meluangkan waktu untuk memperbaiki tiang listrik yang tumbang, sedangkan proses pendataan kerugian material terus dilakukan oleh pihak yang berwenang untuk membantu rehabilitasi.
Warga diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dalam beberapa hari mendatang dan segera melaporkan kerusakan ke posko bencana terdekat.

