MEDAN – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan tengah mempercepat pembangunan infrastruktur Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang. Proyek ini dirancang sebagai solusi transportasi modern yang menghubungkan wilayah Medan, Binjai, dan Deli Serdang.
Proyek ini mencakup pembangunan jalur khusus bus (dedicated lanes), halte-halte megah, hingga depo utama berkelas internasional. BRT Mebidang mengusung sistem On-Corridor, di mana bus memiliki jalur sendiri di tengah jalan raya yang steril dari kendaraan pribadi untuk menjamin ketepatan waktu. Pembangunan ini melibatkan kolaborasi erat antara Kementerian Perhubungan RI, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Pemerintah Kota Medan. Wali Kota Medan, Rico Waas dan Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan.
- Penataan Kawasan: Melakukan pemangkasan pohon di area yang terdampak langsung oleh konstruksi agar alur kerja di lapangan menjadi lebih lancar.
- Pelebaran Jalur: Tim melakukan pembongkaran pembatas jalan (median) serta pemindahan tiang lampu penerangan jalan (PJU). Hal ini dilakukan supaya koridor bus memiliki ruang yang lebih luas dan memadai.
- Aspek Keamanan: Pemasangan pagar pengaman proyek (PPDU) menjadi prioritas utama demi menjamin keselamatan para pekerja maupun warga yang melintas di sekitar area proyek.

- Jalan Sekip: Kawasan yang selama ini padat akan dilengkapi dengan halte dan jalur khusus, sehingga masyarakat dapat berburu kuliner tanpa perlu mengkhawatirkan kemacetan atau lahan parkir.
- Plaza Medan Fair (Jl. Gatot Subroto): Disediakan desain halte khusus agar warga yang ingin berkunjung ke pusat perbelanjaan tetap bisa bergerak lancar, meskipun pada jam pulang kantor atau akhir pekan.
- Lapangan Merdeka: Sebagai jantung Kota Medan, lokasi ini akan memiliki halte megah yang terintegrasi, sehingga warga dapat menikmati pusat kota dengan lebih nyaman.
- Amplas: Kawasan ini akan ditata ulang melalui pembangunan Depo Utama Mastran BRT Amplas yang berkelas internasional, yang mana fasilitas ini bertujuan untuk meningkatkan kelas tata kota menjadi lebih rapi dan ekonomis

